| Tingkat Prioritas | Tinggi | Rasio Cakupan Bantuan | 0,000 (penerima KK / jiwa sangat miskin) |
|---|
Catatan: Cakupan bantuan tergolong rendah — perlu diprioritaskan.
Jumlah penerima bantuan sosial bergerak sangat erat dengan jumlah penduduk sangat miskin — makin banyak warga miskin, makin besar pula kebutuhan bantuan. Ini menandakan bantuan sosial memang menyasar wilayah yang tepat, namun tekanan kemiskinan di kecamatan ini masih tinggi sehingga cakupannya perlu diperluas. Langkah konkretnya: memutakhirkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar penerima benar-benar sesuai kondisi terkini, menutup kebocoran (penerima yang sudah mampu) sekaligus menjangkau keluarga miskin yang belum terdaftar, lalu memastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
Indikator "Penerima Bantuan Sosial" memiliki korelasi 0,868 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.
Korelasi yang kuat antara jumlah akseptor KB aktif dan kemiskinan mengindikasikan besarnya beban tanggungan keluarga di wilayah miskin. Keluarga dengan banyak anggota namun pendapatan terbatas cenderung sulit lepas dari kemiskinan karena pengeluaran dasar (pangan, pendidikan, kesehatan) membengkak. Penguatan program Keluarga Berencana — melalui edukasi, kemudahan akses alat kontrasepsi, dan penyuluhan kesehatan reproduksi — membantu keluarga merencanakan jumlah anak sesuai kemampuan ekonomi, sehingga beban tanggungan lebih terkendali dan investasi per anak (gizi & pendidikan) bisa lebih baik.
Indikator "Akseptor KB Aktif" memiliki korelasi 0,826 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.
Banyaknya penyandang disabilitas usia produktif berkaitan kuat dengan kemiskinan karena keterbatasan akses mereka ke lapangan kerja membuat potensi ekonominya belum tergarap. Padahal pada usia produktif mereka bisa menjadi tenaga kerja bila diberi dukungan yang tepat. Intervensinya: pelatihan vokasi yang inklusif dan sesuai jenis disabilitas, pemberian alat bantu produktif (misalnya alat kerja atau mobilitas), serta kemitraan dengan dunia usaha agar lulusan pelatihan terserap kerja. Ini mengubah kelompok rentan menjadi penggerak ekonomi keluarga.
Indikator "Penyandang Disabilitas Usia Produktif" memiliki korelasi 0,733 (kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.
| Indikator | Kategori | Nilai | Tahun | Korelasi (r) | Hubungan |
|---|---|---|---|---|---|
| Penyandang Masalah Sosial | Sosial | 70 | 2024 | 0,51 | Positif · Sedang |
| Penyandang Disabilitas Usia Produktif | Sosial | 128 | 2024 | 0,73 | Positif · Kuat |
| Akseptor KB Aktif | Sosial | 5.286 | 2024 | 0,83 | Positif · Sangat Kuat |
| Jumlah Murid SD | Pendidikan | 9.004 | 2024 | 0,73 | Positif · Kuat |
| Jumlah Posyandu | Kesehatan | 91 | 2024 | 0,44 | Positif · Sedang |
| Kasus TB Paru | Kesehatan | 24 | 2024 | 0,61 | Positif · Kuat |
Kolom korelasi (r) adalah keterkaitan indikator terhadap jumlah penduduk sangat miskin tingkat kabupaten. Positif = searah (risiko), Negatif = berlawanan (pelindung). Nilai indikator di atas adalah angka spesifik Kecamatan Purworeja Klampok.
| Total Penduduk Sangat Miskin | 194.531 Jiwa | Kecamatan Prioritas Tinggi | 7 dari 20 |
|---|---|---|---|
| Total Penerima Bantuan | 70.699 KK | Persentase Kemiskinan Kab. | 14,71% |