Lewati ke konten
VEDA Kab. Banjarnegara
Keluar
Decision Support System

Rekomendasi Kebijakan

Ringkasan eksekutif untuk pengambilan keputusan berbasis data: kecamatan prioritas, faktor pendorong kemiskinan, dan arahan intervensi lintas dinas (Tahun 2024).

Dasbor Utama

Total Sangat Miskin

194.531 Jiwa

Kecamatan Prioritas Tinggi

7 / 20 Kec.

Cakupan Penerima Bansos

70.699 KK

Kemiskinan Kabupaten

14,71%

Peringkat Prioritas Intervensi

# Kecamatan Sangat Miskin Skor Prioritas
1 Punggelan 25.120 87.2 Tinggi
2 Purwanegara 17.225 62.4 Tinggi
3 Susukan 15.422 55.8 Tinggi
4 Mandiraja 14.389 55 Tinggi
5 Purworeja Klampok 8.390 53.4 Tinggi
6 Pagedongan 10.698 48.4 Tinggi
7 Banjarmangu 11.233 46.8 Tinggi
8 Pagentan 9.632 45.7 Menengah
9 Batur 5.883 44.1 Menengah
10 Kalibening 4.850 43.5 Menengah
11 Rakit 9.958 42.9 Menengah
12 Banjarnegara 8.990 40.8 Menengah
13 Wanayasa 11.063 40.6 Menengah
14 Pejawaran 9.648 39.6 Menengah
15 Sigaluh 6.687 35.9 Rendah
16 Pandanarum 2.196 32.9 Rendah
17 Madukara 7.203 32.2 Rendah
18 Bawang 6.451 21.6 Rendah
19 Karangkobar 5.113 21.6 Rendah
20 Wanadadi 4.380 12.2 Rendah

Skor = 70% beban kemiskinan ekstrem (desil 1) + 30% kesenjangan cakupan bantuan. Makin tinggi skor, makin mendesak intervensi.

Faktor Pendorong Kemiskinan

Penerima Bantuan Sosial

0.87
Sosial · Positif Sangat Kuat

Akseptor KB Aktif

0.83
Sosial · Positif Sangat Kuat

Penyandang Disabilitas Usia Produktif

0.73
Sosial · Positif Kuat

Jumlah Murid SD

0.73
Pendidikan · Positif Kuat

Alokasi Dana Desa

0.70
Pemerintah · Positif Kuat

Kasus TB Paru

0.61
Kesehatan · Positif Kuat

Penyandang Masalah Sosial

0.51
Sosial · Positif Sedang

Jumlah Posyandu

0.44
Kesehatan · Positif Sedang

Jumlah Tenaga Kesehatan

0.04
Kesehatan · Positif Sangat Lemah

Korelasi Pearson tiap indikator terhadap jumlah penduduk sangat miskin per kecamatan. Positif = searah, Negatif = berlawanan.

Arahan Intervensi — Kecamatan Prioritas Tinggi

Punggelan

25.120 Jiwa Skor 87.2

Cakupan bantuan tergolong rendah — perlu diprioritaskan.

  • Dinas Sosial perluasan cakupan bantuan sosial pangan dan validasi ulang DTKS Dasar: Penerima Bantuan Sosial (korelasi 0.868, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Jumlah penerima bantuan sosial bergerak sangat erat dengan jumlah penduduk sangat miskin — makin banyak warga miskin, makin besar pula kebutuhan bantuan. Ini menandakan bantuan sosial memang menyasar wilayah yang tepat, namun tekanan kemiskinan di kecamatan ini masih tinggi sehingga cakupannya perlu diperluas. Langkah konkretnya: memutakhirkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar penerima benar-benar sesuai kondisi terkini, menutup kebocoran (penerima yang sudah mampu) sekaligus menjangkau keluarga miskin yang belum terdaftar, lalu memastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

    Indikator "Penerima Bantuan Sosial" memiliki korelasi 0,868 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dispermades & Dinkes penguatan program KB untuk menekan beban tanggungan keluarga Dasar: Akseptor KB Aktif (korelasi 0.826, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Korelasi yang kuat antara jumlah akseptor KB aktif dan kemiskinan mengindikasikan besarnya beban tanggungan keluarga di wilayah miskin. Keluarga dengan banyak anggota namun pendapatan terbatas cenderung sulit lepas dari kemiskinan karena pengeluaran dasar (pangan, pendidikan, kesehatan) membengkak. Penguatan program Keluarga Berencana — melalui edukasi, kemudahan akses alat kontrasepsi, dan penyuluhan kesehatan reproduksi — membantu keluarga merencanakan jumlah anak sesuai kemampuan ekonomi, sehingga beban tanggungan lebih terkendali dan investasi per anak (gizi & pendidikan) bisa lebih baik.

    Indikator "Akseptor KB Aktif" memiliki korelasi 0,826 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dinas Sosial & Disnaker pelatihan vokasi inklusif dan bantuan alat bantu produktif Dasar: Penyandang Disabilitas Usia Produktif (korelasi 0.733, Kuat)
    Penjelasan

    Banyaknya penyandang disabilitas usia produktif berkaitan kuat dengan kemiskinan karena keterbatasan akses mereka ke lapangan kerja membuat potensi ekonominya belum tergarap. Padahal pada usia produktif mereka bisa menjadi tenaga kerja bila diberi dukungan yang tepat. Intervensinya: pelatihan vokasi yang inklusif dan sesuai jenis disabilitas, pemberian alat bantu produktif (misalnya alat kerja atau mobilitas), serta kemitraan dengan dunia usaha agar lulusan pelatihan terserap kerja. Ini mengubah kelompok rentan menjadi penggerak ekonomi keluarga.

    Indikator "Penyandang Disabilitas Usia Produktif" memiliki korelasi 0,733 (kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

Cetak Detail Rekomendasi

Purwanegara

17.225 Jiwa Skor 62.4

Cakupan bantuan tergolong rendah — perlu diprioritaskan.

  • Dinas Sosial perluasan cakupan bantuan sosial pangan dan validasi ulang DTKS Dasar: Penerima Bantuan Sosial (korelasi 0.868, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Jumlah penerima bantuan sosial bergerak sangat erat dengan jumlah penduduk sangat miskin — makin banyak warga miskin, makin besar pula kebutuhan bantuan. Ini menandakan bantuan sosial memang menyasar wilayah yang tepat, namun tekanan kemiskinan di kecamatan ini masih tinggi sehingga cakupannya perlu diperluas. Langkah konkretnya: memutakhirkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar penerima benar-benar sesuai kondisi terkini, menutup kebocoran (penerima yang sudah mampu) sekaligus menjangkau keluarga miskin yang belum terdaftar, lalu memastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

    Indikator "Penerima Bantuan Sosial" memiliki korelasi 0,868 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dispermades & Dinkes penguatan program KB untuk menekan beban tanggungan keluarga Dasar: Akseptor KB Aktif (korelasi 0.826, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Korelasi yang kuat antara jumlah akseptor KB aktif dan kemiskinan mengindikasikan besarnya beban tanggungan keluarga di wilayah miskin. Keluarga dengan banyak anggota namun pendapatan terbatas cenderung sulit lepas dari kemiskinan karena pengeluaran dasar (pangan, pendidikan, kesehatan) membengkak. Penguatan program Keluarga Berencana — melalui edukasi, kemudahan akses alat kontrasepsi, dan penyuluhan kesehatan reproduksi — membantu keluarga merencanakan jumlah anak sesuai kemampuan ekonomi, sehingga beban tanggungan lebih terkendali dan investasi per anak (gizi & pendidikan) bisa lebih baik.

    Indikator "Akseptor KB Aktif" memiliki korelasi 0,826 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dinas Sosial & Disnaker pelatihan vokasi inklusif dan bantuan alat bantu produktif Dasar: Penyandang Disabilitas Usia Produktif (korelasi 0.733, Kuat)
    Penjelasan

    Banyaknya penyandang disabilitas usia produktif berkaitan kuat dengan kemiskinan karena keterbatasan akses mereka ke lapangan kerja membuat potensi ekonominya belum tergarap. Padahal pada usia produktif mereka bisa menjadi tenaga kerja bila diberi dukungan yang tepat. Intervensinya: pelatihan vokasi yang inklusif dan sesuai jenis disabilitas, pemberian alat bantu produktif (misalnya alat kerja atau mobilitas), serta kemitraan dengan dunia usaha agar lulusan pelatihan terserap kerja. Ini mengubah kelompok rentan menjadi penggerak ekonomi keluarga.

    Indikator "Penyandang Disabilitas Usia Produktif" memiliki korelasi 0,733 (kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

Cetak Detail Rekomendasi

Susukan

15.422 Jiwa Skor 55.8

Cakupan bantuan tergolong rendah — perlu diprioritaskan.

  • Dinas Sosial perluasan cakupan bantuan sosial pangan dan validasi ulang DTKS Dasar: Penerima Bantuan Sosial (korelasi 0.868, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Jumlah penerima bantuan sosial bergerak sangat erat dengan jumlah penduduk sangat miskin — makin banyak warga miskin, makin besar pula kebutuhan bantuan. Ini menandakan bantuan sosial memang menyasar wilayah yang tepat, namun tekanan kemiskinan di kecamatan ini masih tinggi sehingga cakupannya perlu diperluas. Langkah konkretnya: memutakhirkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar penerima benar-benar sesuai kondisi terkini, menutup kebocoran (penerima yang sudah mampu) sekaligus menjangkau keluarga miskin yang belum terdaftar, lalu memastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

    Indikator "Penerima Bantuan Sosial" memiliki korelasi 0,868 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dispermades & Dinkes penguatan program KB untuk menekan beban tanggungan keluarga Dasar: Akseptor KB Aktif (korelasi 0.826, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Korelasi yang kuat antara jumlah akseptor KB aktif dan kemiskinan mengindikasikan besarnya beban tanggungan keluarga di wilayah miskin. Keluarga dengan banyak anggota namun pendapatan terbatas cenderung sulit lepas dari kemiskinan karena pengeluaran dasar (pangan, pendidikan, kesehatan) membengkak. Penguatan program Keluarga Berencana — melalui edukasi, kemudahan akses alat kontrasepsi, dan penyuluhan kesehatan reproduksi — membantu keluarga merencanakan jumlah anak sesuai kemampuan ekonomi, sehingga beban tanggungan lebih terkendali dan investasi per anak (gizi & pendidikan) bisa lebih baik.

    Indikator "Akseptor KB Aktif" memiliki korelasi 0,826 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dinas Sosial & Disnaker pelatihan vokasi inklusif dan bantuan alat bantu produktif Dasar: Penyandang Disabilitas Usia Produktif (korelasi 0.733, Kuat)
    Penjelasan

    Banyaknya penyandang disabilitas usia produktif berkaitan kuat dengan kemiskinan karena keterbatasan akses mereka ke lapangan kerja membuat potensi ekonominya belum tergarap. Padahal pada usia produktif mereka bisa menjadi tenaga kerja bila diberi dukungan yang tepat. Intervensinya: pelatihan vokasi yang inklusif dan sesuai jenis disabilitas, pemberian alat bantu produktif (misalnya alat kerja atau mobilitas), serta kemitraan dengan dunia usaha agar lulusan pelatihan terserap kerja. Ini mengubah kelompok rentan menjadi penggerak ekonomi keluarga.

    Indikator "Penyandang Disabilitas Usia Produktif" memiliki korelasi 0,733 (kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

Cetak Detail Rekomendasi

Mandiraja

14.389 Jiwa Skor 55

Cakupan bantuan tergolong rendah — perlu diprioritaskan.

  • Dinas Sosial perluasan cakupan bantuan sosial pangan dan validasi ulang DTKS Dasar: Penerima Bantuan Sosial (korelasi 0.868, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Jumlah penerima bantuan sosial bergerak sangat erat dengan jumlah penduduk sangat miskin — makin banyak warga miskin, makin besar pula kebutuhan bantuan. Ini menandakan bantuan sosial memang menyasar wilayah yang tepat, namun tekanan kemiskinan di kecamatan ini masih tinggi sehingga cakupannya perlu diperluas. Langkah konkretnya: memutakhirkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar penerima benar-benar sesuai kondisi terkini, menutup kebocoran (penerima yang sudah mampu) sekaligus menjangkau keluarga miskin yang belum terdaftar, lalu memastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

    Indikator "Penerima Bantuan Sosial" memiliki korelasi 0,868 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dispermades & Dinkes penguatan program KB untuk menekan beban tanggungan keluarga Dasar: Akseptor KB Aktif (korelasi 0.826, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Korelasi yang kuat antara jumlah akseptor KB aktif dan kemiskinan mengindikasikan besarnya beban tanggungan keluarga di wilayah miskin. Keluarga dengan banyak anggota namun pendapatan terbatas cenderung sulit lepas dari kemiskinan karena pengeluaran dasar (pangan, pendidikan, kesehatan) membengkak. Penguatan program Keluarga Berencana — melalui edukasi, kemudahan akses alat kontrasepsi, dan penyuluhan kesehatan reproduksi — membantu keluarga merencanakan jumlah anak sesuai kemampuan ekonomi, sehingga beban tanggungan lebih terkendali dan investasi per anak (gizi & pendidikan) bisa lebih baik.

    Indikator "Akseptor KB Aktif" memiliki korelasi 0,826 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dinas Sosial & Disnaker pelatihan vokasi inklusif dan bantuan alat bantu produktif Dasar: Penyandang Disabilitas Usia Produktif (korelasi 0.733, Kuat)
    Penjelasan

    Banyaknya penyandang disabilitas usia produktif berkaitan kuat dengan kemiskinan karena keterbatasan akses mereka ke lapangan kerja membuat potensi ekonominya belum tergarap. Padahal pada usia produktif mereka bisa menjadi tenaga kerja bila diberi dukungan yang tepat. Intervensinya: pelatihan vokasi yang inklusif dan sesuai jenis disabilitas, pemberian alat bantu produktif (misalnya alat kerja atau mobilitas), serta kemitraan dengan dunia usaha agar lulusan pelatihan terserap kerja. Ini mengubah kelompok rentan menjadi penggerak ekonomi keluarga.

    Indikator "Penyandang Disabilitas Usia Produktif" memiliki korelasi 0,733 (kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

Cetak Detail Rekomendasi

Purworeja Klampok

8.390 Jiwa Skor 53.4

Cakupan bantuan tergolong rendah — perlu diprioritaskan.

  • Dinas Sosial perluasan cakupan bantuan sosial pangan dan validasi ulang DTKS Dasar: Penerima Bantuan Sosial (korelasi 0.868, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Jumlah penerima bantuan sosial bergerak sangat erat dengan jumlah penduduk sangat miskin — makin banyak warga miskin, makin besar pula kebutuhan bantuan. Ini menandakan bantuan sosial memang menyasar wilayah yang tepat, namun tekanan kemiskinan di kecamatan ini masih tinggi sehingga cakupannya perlu diperluas. Langkah konkretnya: memutakhirkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar penerima benar-benar sesuai kondisi terkini, menutup kebocoran (penerima yang sudah mampu) sekaligus menjangkau keluarga miskin yang belum terdaftar, lalu memastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

    Indikator "Penerima Bantuan Sosial" memiliki korelasi 0,868 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dispermades & Dinkes penguatan program KB untuk menekan beban tanggungan keluarga Dasar: Akseptor KB Aktif (korelasi 0.826, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Korelasi yang kuat antara jumlah akseptor KB aktif dan kemiskinan mengindikasikan besarnya beban tanggungan keluarga di wilayah miskin. Keluarga dengan banyak anggota namun pendapatan terbatas cenderung sulit lepas dari kemiskinan karena pengeluaran dasar (pangan, pendidikan, kesehatan) membengkak. Penguatan program Keluarga Berencana — melalui edukasi, kemudahan akses alat kontrasepsi, dan penyuluhan kesehatan reproduksi — membantu keluarga merencanakan jumlah anak sesuai kemampuan ekonomi, sehingga beban tanggungan lebih terkendali dan investasi per anak (gizi & pendidikan) bisa lebih baik.

    Indikator "Akseptor KB Aktif" memiliki korelasi 0,826 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dinas Sosial & Disnaker pelatihan vokasi inklusif dan bantuan alat bantu produktif Dasar: Penyandang Disabilitas Usia Produktif (korelasi 0.733, Kuat)
    Penjelasan

    Banyaknya penyandang disabilitas usia produktif berkaitan kuat dengan kemiskinan karena keterbatasan akses mereka ke lapangan kerja membuat potensi ekonominya belum tergarap. Padahal pada usia produktif mereka bisa menjadi tenaga kerja bila diberi dukungan yang tepat. Intervensinya: pelatihan vokasi yang inklusif dan sesuai jenis disabilitas, pemberian alat bantu produktif (misalnya alat kerja atau mobilitas), serta kemitraan dengan dunia usaha agar lulusan pelatihan terserap kerja. Ini mengubah kelompok rentan menjadi penggerak ekonomi keluarga.

    Indikator "Penyandang Disabilitas Usia Produktif" memiliki korelasi 0,733 (kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

Cetak Detail Rekomendasi

Pagedongan

10.698 Jiwa Skor 48.4

Cakupan bantuan tergolong rendah — perlu diprioritaskan.

  • Dinas Sosial perluasan cakupan bantuan sosial pangan dan validasi ulang DTKS Dasar: Penerima Bantuan Sosial (korelasi 0.868, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Jumlah penerima bantuan sosial bergerak sangat erat dengan jumlah penduduk sangat miskin — makin banyak warga miskin, makin besar pula kebutuhan bantuan. Ini menandakan bantuan sosial memang menyasar wilayah yang tepat, namun tekanan kemiskinan di kecamatan ini masih tinggi sehingga cakupannya perlu diperluas. Langkah konkretnya: memutakhirkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar penerima benar-benar sesuai kondisi terkini, menutup kebocoran (penerima yang sudah mampu) sekaligus menjangkau keluarga miskin yang belum terdaftar, lalu memastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

    Indikator "Penerima Bantuan Sosial" memiliki korelasi 0,868 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dispermades & Dinkes penguatan program KB untuk menekan beban tanggungan keluarga Dasar: Akseptor KB Aktif (korelasi 0.826, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Korelasi yang kuat antara jumlah akseptor KB aktif dan kemiskinan mengindikasikan besarnya beban tanggungan keluarga di wilayah miskin. Keluarga dengan banyak anggota namun pendapatan terbatas cenderung sulit lepas dari kemiskinan karena pengeluaran dasar (pangan, pendidikan, kesehatan) membengkak. Penguatan program Keluarga Berencana — melalui edukasi, kemudahan akses alat kontrasepsi, dan penyuluhan kesehatan reproduksi — membantu keluarga merencanakan jumlah anak sesuai kemampuan ekonomi, sehingga beban tanggungan lebih terkendali dan investasi per anak (gizi & pendidikan) bisa lebih baik.

    Indikator "Akseptor KB Aktif" memiliki korelasi 0,826 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dinas Sosial & Disnaker pelatihan vokasi inklusif dan bantuan alat bantu produktif Dasar: Penyandang Disabilitas Usia Produktif (korelasi 0.733, Kuat)
    Penjelasan

    Banyaknya penyandang disabilitas usia produktif berkaitan kuat dengan kemiskinan karena keterbatasan akses mereka ke lapangan kerja membuat potensi ekonominya belum tergarap. Padahal pada usia produktif mereka bisa menjadi tenaga kerja bila diberi dukungan yang tepat. Intervensinya: pelatihan vokasi yang inklusif dan sesuai jenis disabilitas, pemberian alat bantu produktif (misalnya alat kerja atau mobilitas), serta kemitraan dengan dunia usaha agar lulusan pelatihan terserap kerja. Ini mengubah kelompok rentan menjadi penggerak ekonomi keluarga.

    Indikator "Penyandang Disabilitas Usia Produktif" memiliki korelasi 0,733 (kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

Cetak Detail Rekomendasi

Banjarmangu

11.233 Jiwa Skor 46.8

Cakupan bantuan tergolong rendah — perlu diprioritaskan.

  • Dinas Sosial perluasan cakupan bantuan sosial pangan dan validasi ulang DTKS Dasar: Penerima Bantuan Sosial (korelasi 0.868, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Jumlah penerima bantuan sosial bergerak sangat erat dengan jumlah penduduk sangat miskin — makin banyak warga miskin, makin besar pula kebutuhan bantuan. Ini menandakan bantuan sosial memang menyasar wilayah yang tepat, namun tekanan kemiskinan di kecamatan ini masih tinggi sehingga cakupannya perlu diperluas. Langkah konkretnya: memutakhirkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar penerima benar-benar sesuai kondisi terkini, menutup kebocoran (penerima yang sudah mampu) sekaligus menjangkau keluarga miskin yang belum terdaftar, lalu memastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

    Indikator "Penerima Bantuan Sosial" memiliki korelasi 0,868 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dispermades & Dinkes penguatan program KB untuk menekan beban tanggungan keluarga Dasar: Akseptor KB Aktif (korelasi 0.826, Sangat Kuat)
    Penjelasan

    Korelasi yang kuat antara jumlah akseptor KB aktif dan kemiskinan mengindikasikan besarnya beban tanggungan keluarga di wilayah miskin. Keluarga dengan banyak anggota namun pendapatan terbatas cenderung sulit lepas dari kemiskinan karena pengeluaran dasar (pangan, pendidikan, kesehatan) membengkak. Penguatan program Keluarga Berencana — melalui edukasi, kemudahan akses alat kontrasepsi, dan penyuluhan kesehatan reproduksi — membantu keluarga merencanakan jumlah anak sesuai kemampuan ekonomi, sehingga beban tanggungan lebih terkendali dan investasi per anak (gizi & pendidikan) bisa lebih baik.

    Indikator "Akseptor KB Aktif" memiliki korelasi 0,826 (sangat kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

  • Dinas Sosial & Disnaker pelatihan vokasi inklusif dan bantuan alat bantu produktif Dasar: Penyandang Disabilitas Usia Produktif (korelasi 0.733, Kuat)
    Penjelasan

    Banyaknya penyandang disabilitas usia produktif berkaitan kuat dengan kemiskinan karena keterbatasan akses mereka ke lapangan kerja membuat potensi ekonominya belum tergarap. Padahal pada usia produktif mereka bisa menjadi tenaga kerja bila diberi dukungan yang tepat. Intervensinya: pelatihan vokasi yang inklusif dan sesuai jenis disabilitas, pemberian alat bantu produktif (misalnya alat kerja atau mobilitas), serta kemitraan dengan dunia usaha agar lulusan pelatihan terserap kerja. Ini mengubah kelompok rentan menjadi penggerak ekonomi keluarga.

    Indikator "Penyandang Disabilitas Usia Produktif" memiliki korelasi 0,733 (kuat, searah (nilainya tinggi di wilayah dengan kemiskinan tinggi)) terhadap jumlah penduduk sangat miskin antar-kecamatan.

Cetak Detail Rekomendasi

Rekomendasi dihasilkan otomatis dari faktor korelasi terkuat (> 0.4) dan bersifat pendukung keputusan. Verifikasi lapangan tetap diperlukan sebelum penetapan kebijakan.